Kamis, 26 Maret 2015

Selasa, 09 Desember 2014

curhat kebijakan negara walau sedikit

Assalamualaikum Wr. Wb


Indonesia di tahun 2014 ini mengalami berbagai kebijakan- kebijakan baru entah itu berdampak negatif ataupun positif, dan juga tahun ini indonesia mengalami gejolak politik, 

kebijakan menaikan BBM, tenggelamkan kapal pencuri ikan, dan sekarang kurikulum 2013 dan juga Doa sekolah saja di permasalahkan.....
menurut saya, ada ikut campur tangan orang-orang asing yang ada kepentingan, dan juga ingin menggrogoti negara. 

Senin, 27 Oktober 2014

Kisah Orang yang Memukuli Ayahnya


Di sebuah jalan raya, terlihat ada seorang pemuda belia, berkulit coklat, berotot kuat, di tangannya sebuah tongkat keras, yang dia gunakan untuk memukuli seorang laki-laki tua yang telah berusia enam puluh tahun. Orang tua itu berbadan kurus, diam tidak mengaduhkan pukulan tersebut. Orang-orang di sekitarnya berkerumun melihat mereka berdua, bermaksud hendak membebaskannya. Salah seorang dari mereka berkata kepada pemuda itu, "Mengapa kamu memukuli orang tua malang ini? Tidakkah kamu takut kepada Allah?" Orang yang lain berkata, "Apa yang telah diperbuatnya sehingga kamu memukulinya dengan keras seperti ini?"

Akan tetapi pemuda itu terus memukuli orang tua tersebut dan tidak menoleh sedikit pun kepada mereka. Orang yang lain lagi berkata, "Tidakkah kamu takut kalau ada seseorang yang memukuli ayahmu seperti ini?"

Kemudian orang (yang terakhir) itu menoleh kepada orang-orang di sekitarnya dan mengatakan kepada mereka, "Kalian harus mengadukan pemuda ini kepada ayahnya, barangkali dia akan menegur dan memarahinya. Siapa yang mengetahui ayah dari pemuda yang kejam ini?"

Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang terlihat memiliki wibawa dan kehormatan. Dia berkata dengan tenang, "Aku tahu pemuda ini, dan aku tahu siapa ayahnya. Sesungguhnya pemuda itu sedang memukuli ayahnya. Orang tua malang yang dipukulinya ini adalah ayahnya sendiri." Mendengar hal itu orang-orang tercengang, raut wajah mereka berubah karena keterheranan yang amat sangat.

Sungguh aneh, bagaimana mungkin ada seorang anak yang memukuli ayahnya sendiri dengan kejam seperti ini? Mereka pun menyerang pemuda itu dan membebaskan sang ayah dari pukulan anaknya. Namun sambil terengah-engah, ayahnya berkata, "Biarkan aku, sungguh Allah Ta’ala telah membalasku. Dahulu ketika aku masih muda, aku pernah memukuli ayahku sama seperti ini, hanya karena dia meminta sebagian uang dariku." Orang-orang merasa takjub karena keadilan Allah Ta’ala. Allah berfirman,artinya, ”Dan sekali-sekali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hamba(Nya)." (Fushshilat: 46). ( Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 130-131.)

Cara mendirikan CV Kontraktor




Tepatnya bulan Desember 2010, aku masih menginjak semester 3 di perguruan tinggi UNISSULA  jurusan teknik sipil. Bulan ini orang tuaku mengijinkan aku untuk mendirikan badan usaha CV. Alhamdulillah, pada saat itu aku sangat senang sekali, akhirnya aku mendapatkan sesuatu hal yang sangat aku inginkan. Walaupun aku juga berpikir, ini bukan hanya tentang mendirikan sebuah badan usaha, tapi bagaimana badan usaha dapat mendapat pekerjaan, dan bagaimana suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, yang pasti bukan hal mudah dan memerlukan tanggung jawab yang besar disamping memerlukan keahlian dalam pelaksanaan dan menganalisa biaya yang diperlukan sehingga tidak merugi tetapi InsyaAllah dapat memberikan keuntungan.
Akte Pendirian Badan Usaha
Jadi pertama-tama dengan ditemani Mama tercinta aku pergi ke notaris untuk membuat akte pendirian badan usaha CV. Yang perlu disiapkan antara lain :
  • Nama Badan usaha
  • Nama direktur dan KTP
  • Nama Komanditer (Komisaris) dan KTP
dengan syarat minimal terdiri dari 2 orang yaitu, direktur dan komisaris. Dan juga usia minimal adalah 21 tahun. Syarat lainnya yaitu 2 orang di atas bukan merupakan pegawai negri sipil yang masih aktif atau orang yang sudah memiliki jabatan pada badan usaha lain.
Setelah mendaftarkan hal-hal di atas, lalu kita juga disuruh memilih bidang apa saja yang mau kita daftarkan pada Badan usaha (CV) kita, misal yang pertama adalah jasa pemborongan, ke-dua : jasa pengadaan barang dan jasa, ke-tiga : perdagangan , dll.
Lalu setelah data-data yang aku berikan dicetak, ibu Notaris membacakannya di depanku dan om ku waktu itu, hal-hal yang ditulis tapi tidak aku dan om ku inginkan dicoret, dan dibuat salinan baru seperti yang aku inginkan.
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Setelah mendapat salinan yang benar dari pihak Notaris yang akte badan usahanya sesuai dengan yang aku inginkan, selanjutnya kami mengurus NPWP untuk badan usaha yang baru didaftarkan ini ya di kantor pajak, waktu itu kantor pajaknya berada di Salatiga karena badan usaha saya berdomisili di kabupaten Semarang. Pada waktu mengurus NPWP untuk badan usaha ini, ternyata pihak direktur dan komisaris harus punya NPWP , karena saya belum punya jadi sekalian bikin NPWP untuk saya pribadi baru NPWP badan usaha. Pada saat itu om saya yang mengurus di kantor pajak, dengan menggunakan surat kuasa.
PENGADILAN
Setelah mendapat NPWP badan usaha, lalu untuk pengesahan oleh pengadilan di urus oleh pihak notaris. Hasilnya badan usaha saya yang baru ini di akte pendiriannya kemudian di cap bahwa sudah disahkan oleh pengadilan.
Ijin HO
Setelah disahkan oleh pengadilan sekarang waktunya mendapatkan ijin HO, yaitu bahwa badan usaha kita tidak mengganggu tetangga2 kita, dengan meminta tanda tangan mereka bahwa kita mendapatkan ijin dari tetangga kita untuk membuka badan usaha di sebelah rumah mereka.
TDP
TDP dapat dibuat apabila syarat HO sudah terpenuhi. (sebenarnya saat ini, sekarang saya masih mengurus surat TDP ini, tapi saya tuliskan saja lanjutannya walaupun saya belum melakukan tapi sudah dijelaskan urut2annya oleh orang2)
ASOSIASI
Asosiasi adalah suatu perkumpulan, karena bidangnya adalah kontraktor jadi harus ikut asosiasi yang anggotanya para kontraktor. Dengan anjuran ayah saya, karena beliau mempunyai teman di salah satu asosiasi, yaitu APAKNAS, maka saya berkunjung ke kantor BPD APAKNAS provinsi Semarang. disana saya diceritakan tahapan-tahapan untuk mendaftar, antara lain syarat pendaftaran untuk menjadi anggota asosiasi adalah memiliki :
  • Akte pendirian CV
  • NPWP badan usaha
  • dan TDP
karena saya tidak memiliki TDP maka pihak pengurus memperbolehkan hanya menggunakan akte dan npwp tapi hanya untuk mengurus KTA (Kartu Tanda Anggota). Tapi untuk mengurus SBU (Sertifikat Badan Usaha) yang didalamnya berisi sub-bidang badan usaha kita syaratnya harus dengan TDP dan Surat keahlian Tenaga kerja. Kalau ngerjain proyek swasta tidak perlu SBU dan IUJK, karena SBU dan IUJK itu hanya untuk syarat ikut proyek pemerintah.
IUJK (Ijin Usaha Jasa Konstruksi)
Setelah mempunyai SBU baru kita dapat mengurus IUJK atau SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi).

Nah begitulah tahapan2nya, semoga bermanfaat . . .

Senin, 15 Oktober 2012

Anugerah Terindah Milik Kita

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Ibunda...
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun, goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah (wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan cintanyamasih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf, antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?

Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do'a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirullah... ampuni diri ini ya Allah.

Duhai ibunda...
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda...
Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.
Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda...
Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.

Wallahua'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Apa Artinya Anda Seorang Muslim

Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 1
Apa Ertinya Anda
Seorang
MUSLIM..?
Oleh:
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi
www.dakwah.info
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 2
APAKAH KITA
SEBENARNYA
SEORANG MUSLIM
??
Ada beberapa kalimah yang sering bermain di bibir setiap orang, kecil atau besar, tetapi
tidak ramai di kalangan mereka yang memahami dengan mendalam dan sungguhsungguh
akan pengertian kalimah-kalimah itu.
Dan oleh kerana terlampau banyak dipertuturkan maka dengan sendirinya terbentuklah
suatu pengertian secara singkat di fikiran setiap orang. Bila seseorang menyebut
kalimah tersebut maka pengertian itulah yang dimaksudkan olehnya; dan begitu juga
bila seseorang mendengar ianya disebut maka yang segera terlintas di fikirannya ialah
pengertian yang sempit itu juga, sedangkan makna dan ertinya yang tepat dan padat
masih lagi kabur di kalangan golongan terpelajar, apa lagi di kalangan golongan awam
yang jahil.
Umpamanya dua kalimah "ISLAM" dan "MUSLIM", alangkah larisnya ia diucapkan.
Tetapi berapa ramaikah di kalangan mereka yang menyebutnya itu yang merasakan
dengan sungguh-sungguh pengertian yang terkandung di dalam dua kalimah itu. Berapa
ramaikah di kalangan mereka yang mendengarnya yang memahami dengan mendalam
apa yang tersirat dari maksudnya.
Sesungguhnya di kalangan orang muslimin sendiri - belakangkan yang bukan muslimin -
99% bahkan lebih ramai lagi yang mendakwa diri mereka muslim dan mengaku agama
mereka Islam, tetapi mereka tidak mengetahui apakah dia muslim dan apakah dia Islam
yang sebenarnya.
Maka hari ini marilah kita mengambil sedikit waktu untuk memahami dua kalimah ini.
Jika anda melihat kepada gelagat manusia di segi i'tikad dan amalan, anda akan dapati
mereka kebanyakannya terbahagi kepada tiga golongan.
Pertama: Orang yang dengan terang-terang mengagungkan kebebasan berfikir dan
beramal. Setiap perkara dalam hidup mereka hanya berpegang kepada pendapat
mereka sendiri dan hanya yakin pada apa yang diputuskan oleh fikiran mereka. Cara
bekerja bagi mereka ialah apa yang pada pandangan mereka betul. Mereka tidak
mempunyai hubungan langsung dengan mana-mana agama dan tidak mengikutinya.
Kedua: Terdiri dari orang-orang yang zahirnya berpegang pada suatu agama yang
tertentu, tetapi pada hakikatnya mereka mematuhi pendapat dan fikiran mereka sendiri.
Mereka tidak pernah merujuk kepada agama untuk mengambil pegangan-pegangan
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 3
atau peraturan hidup. Kadang-kadang mereka mengambil setengah pegangan mengikut
kehendak hawa nafsu, kecenderungan dan keperluan diri dan hidup mereka. Mereka
bekerja dengan cara sendiri kemudian cuba menyesuaikan agama mengikut rekaan
mereka.
Maka mereka pada hakikatnya bukan penganut agama, tetapi agama yang menjadi
penganut hawa nafsu mereka.
Ketiga: Terdiri dari golongan yang tidak mempergunakan akal mereka, malah
memberhentikannya langsung. Lalu mereka pun merangkaklah di belakang manusia
dengan mengikut mereka secara membabi-buta; sama ada manusia-manusia itu datuk
nenek mereka atau orang-orang yang semasa dengan mereka.
Golongan yang pertama, mereka ini tenggelam dalam kebebasan sehingga mereka
tidak mengetahui sempadan yang sebenarnya. Memang kebebasan bekerja dan berfikir
itu sesuatu yang betul kalau menurut had-hadnya, tetapi bila sudah melampaui batas dia
akan menjadi sesat. Seseorang yang hanya bergantung pada pendapat sendiri sematamata
dan menghukum menurut akalnya sahaja dalam semua perkara akan terjerumus
dalam salah faham dan kesilapan. Dia merasakan bahawa ilmu dan akalnya telah
meliputi semua perkara di dunia ini. Tidak ada suatu hakikat pun dan tidak ada satu
kebaikan pun yang terlindung dari pengetahuannya. Dia menyangka bahawa dia
mengetahui tanda-tanda di setiap jalan, mengetahui setiap kesudahan suatu perkara
sepertimana dia mengetahui permulaannya.
Sebenarnya sangkaan seperti ini - bahawa dia mengetahui serta dapat memikirkan
semua perkara - pada hakikatnya adalah salah. Kalau seseorang itu mempergunakan
akalnya dengan sebenarnya nescaya akal itu akan menunjukkannya bahawa ia - akal -
tidak bersifat sepertimana yang disangkakan.
Sesungguhnya seseorang yang memilih akalnya sebagai pemandu dan hanya menuruti
jalan yang ditunjukkan oleh akal semata tidak akan terselamat dari kegelinciran,
perlanggaran, kebinasaan dan kesesatan.
Kebebasan berfikir dan bekerja seperti ini juga merbahaya bagi sesuatu
negara/perkumpulan masyarakat. Kerana kebebasan berfikir ertinya seseorang itu tidak
akan percaya kecuali apa yang betul menurut fikirannya dan tidak akan menurut suatu
jalan kecuali apa yang ditunjukkan oleh akalnya. Sedangkan mengikut kehendak
masyarakat pula kebalikan dari itu; iaitu setiap individu yang berada didalam sesuatu
masyarakat wajiblah mengikut prinsip-prinsip dan dasar-dasar pokok yang terdapat
dalam masyarakat itu. Tindak-tanduknya mestilah bersesuaian dengan adat dan
kebudayaan serta undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat.
Ini bererti bahawa kebebasan berfikir dan bekerja itu bertentangan dengan kehendak
cara hidup bermasyarakat.
Sesungguhnya kebebasan seperti ini sering mencetuskan sifat-sifat keakuan, keegoan
dan kekacauan di kalangan individu, sedangkan masyarakat & negara menghendaki
mereka supaya patuh, taat dan setia. Oleh itu di mana ada kebebasan yang mutlak
maka tidak adalah tamadun negara dan di mana ada tamadun maka tidak dapat tidak
mereka terpaksa mengorbankan sedikit daripada kebebasan berfikir dan beramal demi
keuntungan yang lebih banyak.
Golongan yang kedua pula lebih buruk keadaannya dari golongan pertama. Golongan
pertama hanya sesat sahaja, tetapi golongan kedua pendusta, penipu serta munafik.
Sekiranya seseorang itu dapat menyesuaikan antara agamanya, fikirannya dan
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 4
kecenderungannya dalam batas-batas yang sihat, maka dia boleh mengikuti agama
dengan tidak mengurangkan kebebasannya dalam berfikir dan bekerja. Begitu juga
seandainya kecenderungan seseorang berlawanan dengan agama, dia rela menerima
hukum agama dan menyalahkan kecenderungannya maka betullah dakwaannya
bahawa ia mengikuti agama itu.
Tetapi sebaliknya jika prinsipnya dan amalannya terang-terang menyalahi ajaran
agama, namun dia tetap menganggap bahawa fikirannyalah yang betul sedang ajaran
agarna itu salah, kemudian dia cuba pula mengolah ajaran agama supaya sesuai
dengan fikirannya dan tabiatnya; maka orang yang serupa ini kita tidak sahaja
menggelarnya bodoh kerana orang yang bodoh tidak mungkin melakukan penipuan dan
kepesongan yang seperti ini, bahkan kita akan memanggilnya pendusta dan
pembohong. Dan kita akan terpaksa menuduh bahawa dia tidak berani menhentam
agama dengan terus-terang lalu dia mendakwa beriman dengan secara munafik. Jika
tidak maka apakah gerangan yang menghalangnya berpindah terus dari agama yang
ajarannya bertentangan dengan akalnya dan berlawanan dengan fikirannya serta
menyekatnya dari mengikuti jalan yang disukai oleh hatinya dengan sepenuhnya, malah
jalan yang telah dilaluinya dengan sebenarnya.
Dan golongan yang ketiga adalah paling jelek sekali berbanding dengan golongan yang
lain di segi kewarasan akal. Adapun kesalahan dua golongan tadi ialah mereka
membebankan akal dengan sesuatu yang di luar kemampuannya, tetapi kesalahan
golongan ini mereka tidak mempergunakan akal langsung, atau menggunakannya
dengan penggunaan yang tidak dapat dibezakan antara ada dengan tidaknya.
Manakah keaiban yang lebih besar dari seorang berakal yang berpegang pada suatu
akidah yang tertentu tetapi tidak mempunyai sebarang dalil akan kebenaran akidah yang
dipegangnya itu kecuali hanya semata-mata ajaran itu dianuti oleh datuk neneknya atau
lantaran itulah yang dipegang oleh sesuatu bangsa yang sedang berada di puncak
ketinggian di zaman itu.
Sesungguhnya orang-orang yang memegang suatu jalan dalam hal-hal yang
berhubungan dengan keagamaan atau keduniaan yang diwarisinya dari datuk nenek
atau generasi yang terdahulu, ataupun ia memilih jalan lain berdasarkan bahawa jalan
itulah yang sedang dikagumi di kalangan bangsa-bangsa yang maju ketika itu, maka
orang yang seperti ini seolah-olah telah menonjolkan dirinya bahawa dalam kepalanya
tidak ada otak atau dalam otaknya tidak ada kekuatan untuk berfikir. Dia tidak punya
potensi untuk membezakan antara yang salah dengan yang betul.
Andainya dia secara kebetulan dilahirkan di rumah Yahudi maka dia akan percaya akan
kebenaran agama Yahudi. Kalau dia dilahirkan di rumah Islam maka dia percaya akan
kebenaran Islam. Atau dilahirkan dalam keluarga Kristian maka dia akan menjadi
penganut Kristian.
Begitulah dengan secara kebetulan juga, yang berkuasa di zamannya bangsa kulit putih
barat maka dia menganggap setiap tradisi barat itu lambang kemajuan dan neraca
kehebatan. Kalau yang berkuasa di zamannya orang Cina nescaya baginya tradisi
Cinalah yang menjadi lambang kemajuan. Dan kalau yang berkuasa hari ini orang
Negro di Afrika maka tidak syak lagi Negrolah yang menjadi lambang ketamadunan
manusia di sisi orang yang berfikiran cetek tadi.
Sebenarnya bukanlah suatu bukti yang boleh diterima bahawa sesuatu itu dikatakan
betul atau benar kerana ia telah diamalkan oleh datuk nenek atau generasi yang
terdahulu atau kerana ia diamalkan oleh dunia hari ini.
Andainya orang-orang bodoh yang dahulu dan sekarang melakukan sesuatu, kita tidak
seharusnya mengikuti orang orang itu dengan membuta-tuli. Tidak sepatutnya kita
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 5
menuruti setiap jejak orang lama atau moden tanpa dikaji dan difikirkan dahulu. Apakah
kita mahu menambatkan diri kita di setiap ekor binatang yang ditunggangi orang tanpa
mempersoalkan apakah ia berlari ke jalan yang penuh duri atau sedang menuju ke
jurang kesesatan?
Sesungguhnya kita telah diberi akal supaya kita dapat membezakan antara yang betul
dan yang palsu. Sebelum kita mengikuti seseorang hendaklah kita melihat terlebih
dahulu: Mahu ke manakah orang ini?
Islam telah menganggap ketiga-tiga jenis orang ini sebagai terjerumus dalam kebatilan
dan kesesatan.
Adapun golongan yang pertama mereka tidak memilih orang yang membawa cahaya
sebagai pemandu bagi mereka dan di tangan mereka sendiri juga tidak mempunyai
cahaya yang sebenar untuk menyuluh jalan hidup mereka. Mereka tidak ubahlah seperti
melontar benda yang tidak ada atau meraba di dalam gelap-gelita. Tidak boleh
melangkah ke mana-mana atau akan terjerumus ke jurang bahaya kerana mereka
hanya mengagak-agak sendiri tanpa suatu kepastian. Mereka menghadapi dua
kemungkinan; sama ada salah atau betul, tetapi lebih dekat kepada kesalahan.
(Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) selain Allah,
tidak mengikuti suatu keyakinan kecuali prasangka belaka. Dan mereka hanyalah
berdusta) Yunus: 66.
(Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka sedang sesungguhnya prasangka itu
tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran) An-Najm: 28.
(Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh
hawa nafsu mereka. Padahal sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari
Tuhan mereka. Atau apakah manusia akan dapat segala yang dicita-citakannya) An-
Najm: 23-24.
(Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah
mengunci mati pendengarannya dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberi petunjuk sesudah Allah?) Al-
Jaatsiyah: 23.
(Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan
tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk orang-orang yang zalim) Al-Qashash: 50.
Pendukung golongan kedua di zaman turunnya Al-Quran ialah Bani Israel yang
mendakwa menjadi pengikut Nabi Musa a.s. dan berpegang pada Taurat, tetapi
pegangan dan amalan mereka kebanyakannya berlawanan dengan pimpinan Musa a.s.
dan ajaran Taurat. Mereka tidak segan-segan dengan penyelewengan mereka itu.
Mereka bukan memperbetulkan fikiran dan amalan mereka. Mereka menyembunyikan
ajaran Taurat yang asal dan menggantikan di tempatnya fikiran mereka sendiri seolaholah
itulah pengajaran yang diturunkan. Orang-orang yang cuba memberikan kesedaran
kepada mereka dari berterusan dalam kesesatan dan maksiat dan mengajak mereka
kembali mengikut ajaran Allah yang berlawanan dengan hawa
nafsu mereka disambut dengan celaan dan cacian sehingga kadang-kadang ada yang
dibunuh.
Kepada mereka ini Allah berfirman:
(Mereka suka merobah perkataan Allah dari tempat-tempatnya dan mereka sengaja
melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya dan kamu
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 6
(Muhammad) sentiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara
mereka yang tidak berkhianat) Al-Maaidah: 13.
(Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang hak dengan yang batil dan
menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahuil) Al Imran:71.
(Setiap datang seorang Rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini
oleh hawa nafsu mereka, maka sebahagian dari Rasul-Rasul itu mereka dustakan dan
sebahagian yang lain mereka dibunuh) Al-Maaidah: 70.
Kemudian dengan terang-terang Allah berkata kepada mereka:
(Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu
menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu (Al-Quran) Al Maaidah: 68.
Dan tentang golongan yang ketiga pula Allah berfirman :
(Dan apabila dikatakan kepada mereka: "lkutilah apa yang telah diturunkan Allah!"
Mereka rnenjawab: "Tidak! Tetapi kami hanya mengikut apa yang telah kami dapati dari
perbuatan nenek rnoyang kami!" Apakah mereka akan mengikuti juga walaupun nenek
moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk) Al-
Baqarah: 170.
(Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikut kepada apa yang diturunkan
Allah dan kepada Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami
dapati bapa-bapa kami mengerjakannya." Apakah mereka akan mengikuti juga nenek
moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan
tidak pula rnendapat petunjuk?) Al-Maaidah: 104.
(Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini nescaya
mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
prasangka belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta) Al-An'aam: 116.
Golongan ketiga:
Sesungguhnya orang-orang yang tidak menggunakan akal dan fikiran mereka dan tidak
tahu membezakan dengan sendiri antara yang betul dan yang salah, malah mengikut
sahaja orang lain dengan buta tuli telah dihukum oleh Al-Quran dengan:
(Mereka tuli, bisu dan buta. Mereka tidaklah akan kembali ke ialan yang benar) Al-
Baqarah: 18.
Dan diumpamakan mereka seperti binatang, bahkan lebih jelek darinya, kerana binatang
tidak mempunyai akal, sedangkan mereka mempunyai akal tetapi tidak
mempergunakannya.
(Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah
orang-orang yang lalai) Al-A'raaf: 179.
Ketiga-tiga golongan yang melampau dan keterlaluan ini telah ditolak oleh Al-Ouran dan
menggantikannya dengan suatu umat yang sederhana dan stabil, umat pertengahan
yang menegakkan keadilan.
Apakah jalan pertengahan dan kestabilan ini? Inilah jalannya!
Pertama-tama tembusilah segala benteng kebudayaan lama dan aliran-aliran baru yang
terbentang di hadapan anda.
Bukalah mata anda dalam pancaran akal yang sejahtera dan waras dan pandanglah
dengan sendiri yang mana haq dan yang mana batil.
Apakah atheisma yang betul atau ketuhanan?
Apakah tauhid yang betul atau syirik?
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 7
Apakah untuk merentasi jalan lurus manusia berhajat kepada hidayat Allah Taala
atau tidak?
Apakah para Nabi dan Muhammad a.s. semuanya benar atau dusta - barang
dijauhkan Allah ?
Apakah jalan yang ditunjukkan oleh Al-Quran itu lurus atau bengkang-bengkok?
Andainya hati anda mengiktiraf bahawa:
fitrah manusia memerlukan keimanan kepada Tuhan dan,
Tuhan itu ialah Allah yang tiada sekutu bagi-Nya dan,
hati kecil anda mengakui bahawa manusia tidak dapat dinafikan lagi berhajat kepada
nur dari sisi Allah demi merentasi jalan yang lurus dalam hidupnya dan nur itu ialah apa
yang telah dibawakan oleh para Nabi dan Rasul a.s. yang merupakan petunjuk
kebenaran untuk manusia sepanjang zaman dan, sesungguhnya kehidupan murni yang
dihayati oleh Nabi Muhammad s.a.w. di dunia ini menunjukkan bahawa manusia yang
menjalani kehidupan yang penuh dengan kesucian yang maha tinggi itu tidak mungkin
sekali-kali menipu alam sejagat - jika ia telah mendakwa bahawasanya ia seorang Rasul
dari sisi Allah maka sudah pasti dakwaannya itu benar - dan,
jika anda membaca Al-Quran, akal anda memutuskan bahawa jalan yang lurus untuk
dijadikan pegangan dan amalan ialah yang dibentangkan oleh kitab ini dan,
kitab ini tidak diragukan lagi datangnya dari sisi Allah,
maka seharusnya anda jangan takut lagi kepada celaan orang yang mencela atau
keengkaran orang yang degil. Sebaliknya bersihkanlah hati anda dari segala ketakutan
akan kekurangan atau ketamakan akan keuntungan dan beriman serta yakinlah dengan
apa yang telah diakui oleh diri dan hati anda sendiri akan kebenarannya.
Dan apabila anda telah :
membezakan antara yang benar dengan yang palsu dengan akal yang waras yang
dianugerahkan oleh Allah kepada anda dan, anda telah memilih yang benar dari yang
palsu, maka telah selesailah tugas akal anda dalam mengkaji dan mengkritik. Lalu
berpindahlah kuasa pemerintahan dari akal manusia kepada Allah dan Rasul. Tidak
mungkin lagi bagi anda sesudah itu membuat keputusan dengan sendiri dalam seluruh
hidup anda. Sebaliknya anda wajib mematuhi setiap apa yang perintahkan oleh Allah
dan Rasul.
Memang anda tidak ditegah dari mempergunakan akal untuk memahami hukum-hukum
dan mengkaji hikmah hikmahnya untuk dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan,
tetapi anda tidak harus meragui dan mengungkit-ungkit apa yang disuruh oleh Allah,
sama ada:
1 anda memahami hikmatnya atau tidak,
2 sama ada ianya secocok dengan ukuran akal anda atau tidak,
3 sama ada diputuskan oleh Allah dan Rasul itu mendatangkan keuntungan untuk
dunia anda atau tidak dan,
4 sama ada perintah Rasul itu sesuai dengan adat dan cara hidup yang diminati oleh
orang ramai di dunia atau bertentangan dengannya;
MAKA tidak harus lagi bagi anda dalam semua keadaan itu kecuali tunduk dan patuh.
Kerana apabila anda beriman kepada Allah, percaya akan Rasul serta yakin
bahawasanya setiap apa yang diseru oleh Rasul itu adalah datangnya dari Allah, bukan
dari dirinya sendiri (Dan dia tidak berkata menurut kemahuan hawa nafsunya sendiri,
perkataan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.)An Najm: 3-4,
maka logiknya dari penyerahan dan keyakinan ini anda mengutamakan apa yang
diputuskan oleh Allah dan Rasul dari apa yang diputuskan oleh akal anda dan tidak
seharusnya anda mengkritik dan mengomen perintah-perintah dan laranganApa
Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 8
larangan yang dibawa oleh Nabi dari sisi Allah dengan mempergunakan keintelekan dan
percubaan ujikaji orang lain.
Sesungguhnya orang yang berkata: “Aku orang yang beriman”, kemudian selepas itu
ia meragui dan mengungkit-ungkit apa yang didatangkan dari Allah maka ertinya ia telah
menolak dakwaannya sendiri dan membatalkan apa yang telah diucapkannya. Ia tidak
mengetahui bahawa iman dan ragu adalah dua perkataan yang berlawanan yang tidak
mungkin dicantumkan.
Setiap peraturan dan disiplin itu dibina diatas asas taat dan patuh, sedangkan keraguan
dan ungkitan tidak mendatangkan sesuatu kecuali kekacauan dan kezaliman.
Maka jalan yang sederhana dan stabil inilah yang dinamakan sebagai 'ISLAM' dan
golongan yang mengikuti jalan inilah yang digelar 'MUSLIM'.
Sesungguhnya Islam bererti tunduk, patuh dan redha. Dan muslim ialah orang yang
patuh kepada perintah pemerintah dan larangan pelarang dengan kepatuhan yang
penuh redha. Maka penamaan ini dengan sendirinya menunjukkan bahawa tidak
dibangkitkan golongan yang keempat ini di dunia berasingan dari tiga golongan di atas
serta jalan-jalan mereka yang sesat, kecuali supaya mereka mengikuti perintah Allah
dan Rasul dan tunduk kepadanya. Sesungguhnya:
tidak harus bagi golongan ini mengikuti akalnya pada setiap urusan,
tidak harus baginya mempermainkan hukum Allah dengan mengambil apa yang sesuai
dengan nafsunya dan meninggalkan apa yang tidak sesuai,
tidak harus baginya melemparkan Kitab Allah dan Sunnah Rasul ke belakang dan
melencong mengikut manusia-manusia dengan buta tuli, sama ada manusia-manusia
yang masih hidup atau sudah mati.
Hakikat ini telah disebut oleh Al-Quran dengan jelas. la berkata bahawa apabila datang
perintah Allah kepada orang mukmin maka tiada lagi pilihan baginya.
(Dan tidaklah patut bagi lelaki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang
mukminah, apabila Allah dan Rasul telah manetapkan suatu ketetapan, maka ada lagi
bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa menderhakai
Allah dan Rasul-Nya rnaka dia telah sesat, sesat yang nyata) Al-Ahzab: 36.
Dan ia berkata bahawa seorang yang mengambil sebahagian dari Kitab Allah dan
meninggalkan sebahagian yang lain akan membawa kepada kehinaan di dunia dan
akhirat.
(Apakah karnu beriman kepada sebahagian Al-Kitab dan engkar terhadap sebahagian
yang lain? Tiadalah balasan orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan
kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka akan dikembalikan
kepada seksa yang sangat berat. Allah tidak lalai dari apa yang kamu perbuat) Al-
Baqarah: 85.
Dan Al-Quran berkata lagi bahawa hukuman orang mukmin pada sesuatu kes tertentu
wajiblah berpandu kepada Kitab Allah sekalipun sesuai dengan kehendak hawa
nafsunya ataupun bertentangan dengannya.
(Putuskanlah perkara mereka rnenurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu) Al-Maaidah:48.
la berkata juga sesiapa yang tidak menghukum menurut Kitab Allah maka ia adalah
fasik.
(Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah maka
rnereka itu adalah orang-orang yang fasik) Al-Maaidah: 47.
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 9
Dan setiap hukuman yang berlawanan dengan Kitab Allah maka itu adalah hukuman
Jahiliah.
(Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki Dan hukum siapakah yang lebih balk
daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakinl) Al-Maaidah: 50.
Kamudian Al-Quran berkata:
(Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan orang-orang
yang memegang kekuasaan di antara kamu. Kemudian jika kamu barlainan pendapat
tentang sesuatu maka kembalikan lah ia kepada Allah (Quran) dan Rasul (Sunnah), jika
kamu benar-benar beriman kapada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama bagimu dan lebih baik akibatnya. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang
yang mengaku dirinya beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa
yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal
mereka telah diperintahkan mengengkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud
menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan
kapada mereka: "Marilah kamu tunduk kepada hukum yang Allah telah turunkan dan
kepada hukum Rasul," nescaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia
dengan sekuat-kuatnya dari mendekati kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila
mereka ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri,
kemudian meraka datang kepadamu sambil bersumpah: Demi Allah, kami sekali-kali
tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka,
kerana itu berpalinglah kamu daripada mereka dan berilah mareka pelajaran dan
katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.
Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dangan izin Allah.
Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiayai dirinya datang kepadamu lain
memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka,
tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Maka demi Tuhanmu. mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang
kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.) An Nisaa': 59-65.
Sesungguhnya telah nyatalah dari ayat-ayat yang jelas ini sudut penamaan Islam dan
Muslim. Dan kini wajiblah di atas kita yang nama-nama kita tercatat di dalam senarai
Muslimin/muslimah melihat dan berfikir sejauh manakah kalimah muslim ini telah
menepati diri kita dan sejauh manakah benarnya cara hidup yang kita ikuti sekarang
boleh dinamakan ISLAM !

Minggu, 14 Oktober 2012

AIRMATA RASULULLAH SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.