Senin, 15 Oktober 2012

Anugerah Terindah Milik Kita

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Ibunda...
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun, goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah (wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan cintanyamasih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf, antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?

Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do'a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirullah... ampuni diri ini ya Allah.

Duhai ibunda...
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda...
Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.
Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda...
Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.

Wallahua'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Apa Artinya Anda Seorang Muslim

Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 1
Apa Ertinya Anda
Seorang
MUSLIM..?
Oleh:
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi
www.dakwah.info
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 2
APAKAH KITA
SEBENARNYA
SEORANG MUSLIM
??
Ada beberapa kalimah yang sering bermain di bibir setiap orang, kecil atau besar, tetapi
tidak ramai di kalangan mereka yang memahami dengan mendalam dan sungguhsungguh
akan pengertian kalimah-kalimah itu.
Dan oleh kerana terlampau banyak dipertuturkan maka dengan sendirinya terbentuklah
suatu pengertian secara singkat di fikiran setiap orang. Bila seseorang menyebut
kalimah tersebut maka pengertian itulah yang dimaksudkan olehnya; dan begitu juga
bila seseorang mendengar ianya disebut maka yang segera terlintas di fikirannya ialah
pengertian yang sempit itu juga, sedangkan makna dan ertinya yang tepat dan padat
masih lagi kabur di kalangan golongan terpelajar, apa lagi di kalangan golongan awam
yang jahil.
Umpamanya dua kalimah "ISLAM" dan "MUSLIM", alangkah larisnya ia diucapkan.
Tetapi berapa ramaikah di kalangan mereka yang menyebutnya itu yang merasakan
dengan sungguh-sungguh pengertian yang terkandung di dalam dua kalimah itu. Berapa
ramaikah di kalangan mereka yang mendengarnya yang memahami dengan mendalam
apa yang tersirat dari maksudnya.
Sesungguhnya di kalangan orang muslimin sendiri - belakangkan yang bukan muslimin -
99% bahkan lebih ramai lagi yang mendakwa diri mereka muslim dan mengaku agama
mereka Islam, tetapi mereka tidak mengetahui apakah dia muslim dan apakah dia Islam
yang sebenarnya.
Maka hari ini marilah kita mengambil sedikit waktu untuk memahami dua kalimah ini.
Jika anda melihat kepada gelagat manusia di segi i'tikad dan amalan, anda akan dapati
mereka kebanyakannya terbahagi kepada tiga golongan.
Pertama: Orang yang dengan terang-terang mengagungkan kebebasan berfikir dan
beramal. Setiap perkara dalam hidup mereka hanya berpegang kepada pendapat
mereka sendiri dan hanya yakin pada apa yang diputuskan oleh fikiran mereka. Cara
bekerja bagi mereka ialah apa yang pada pandangan mereka betul. Mereka tidak
mempunyai hubungan langsung dengan mana-mana agama dan tidak mengikutinya.
Kedua: Terdiri dari orang-orang yang zahirnya berpegang pada suatu agama yang
tertentu, tetapi pada hakikatnya mereka mematuhi pendapat dan fikiran mereka sendiri.
Mereka tidak pernah merujuk kepada agama untuk mengambil pegangan-pegangan
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 3
atau peraturan hidup. Kadang-kadang mereka mengambil setengah pegangan mengikut
kehendak hawa nafsu, kecenderungan dan keperluan diri dan hidup mereka. Mereka
bekerja dengan cara sendiri kemudian cuba menyesuaikan agama mengikut rekaan
mereka.
Maka mereka pada hakikatnya bukan penganut agama, tetapi agama yang menjadi
penganut hawa nafsu mereka.
Ketiga: Terdiri dari golongan yang tidak mempergunakan akal mereka, malah
memberhentikannya langsung. Lalu mereka pun merangkaklah di belakang manusia
dengan mengikut mereka secara membabi-buta; sama ada manusia-manusia itu datuk
nenek mereka atau orang-orang yang semasa dengan mereka.
Golongan yang pertama, mereka ini tenggelam dalam kebebasan sehingga mereka
tidak mengetahui sempadan yang sebenarnya. Memang kebebasan bekerja dan berfikir
itu sesuatu yang betul kalau menurut had-hadnya, tetapi bila sudah melampaui batas dia
akan menjadi sesat. Seseorang yang hanya bergantung pada pendapat sendiri sematamata
dan menghukum menurut akalnya sahaja dalam semua perkara akan terjerumus
dalam salah faham dan kesilapan. Dia merasakan bahawa ilmu dan akalnya telah
meliputi semua perkara di dunia ini. Tidak ada suatu hakikat pun dan tidak ada satu
kebaikan pun yang terlindung dari pengetahuannya. Dia menyangka bahawa dia
mengetahui tanda-tanda di setiap jalan, mengetahui setiap kesudahan suatu perkara
sepertimana dia mengetahui permulaannya.
Sebenarnya sangkaan seperti ini - bahawa dia mengetahui serta dapat memikirkan
semua perkara - pada hakikatnya adalah salah. Kalau seseorang itu mempergunakan
akalnya dengan sebenarnya nescaya akal itu akan menunjukkannya bahawa ia - akal -
tidak bersifat sepertimana yang disangkakan.
Sesungguhnya seseorang yang memilih akalnya sebagai pemandu dan hanya menuruti
jalan yang ditunjukkan oleh akal semata tidak akan terselamat dari kegelinciran,
perlanggaran, kebinasaan dan kesesatan.
Kebebasan berfikir dan bekerja seperti ini juga merbahaya bagi sesuatu
negara/perkumpulan masyarakat. Kerana kebebasan berfikir ertinya seseorang itu tidak
akan percaya kecuali apa yang betul menurut fikirannya dan tidak akan menurut suatu
jalan kecuali apa yang ditunjukkan oleh akalnya. Sedangkan mengikut kehendak
masyarakat pula kebalikan dari itu; iaitu setiap individu yang berada didalam sesuatu
masyarakat wajiblah mengikut prinsip-prinsip dan dasar-dasar pokok yang terdapat
dalam masyarakat itu. Tindak-tanduknya mestilah bersesuaian dengan adat dan
kebudayaan serta undang-undang yang mengatur kehidupan masyarakat.
Ini bererti bahawa kebebasan berfikir dan bekerja itu bertentangan dengan kehendak
cara hidup bermasyarakat.
Sesungguhnya kebebasan seperti ini sering mencetuskan sifat-sifat keakuan, keegoan
dan kekacauan di kalangan individu, sedangkan masyarakat & negara menghendaki
mereka supaya patuh, taat dan setia. Oleh itu di mana ada kebebasan yang mutlak
maka tidak adalah tamadun negara dan di mana ada tamadun maka tidak dapat tidak
mereka terpaksa mengorbankan sedikit daripada kebebasan berfikir dan beramal demi
keuntungan yang lebih banyak.
Golongan yang kedua pula lebih buruk keadaannya dari golongan pertama. Golongan
pertama hanya sesat sahaja, tetapi golongan kedua pendusta, penipu serta munafik.
Sekiranya seseorang itu dapat menyesuaikan antara agamanya, fikirannya dan
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 4
kecenderungannya dalam batas-batas yang sihat, maka dia boleh mengikuti agama
dengan tidak mengurangkan kebebasannya dalam berfikir dan bekerja. Begitu juga
seandainya kecenderungan seseorang berlawanan dengan agama, dia rela menerima
hukum agama dan menyalahkan kecenderungannya maka betullah dakwaannya
bahawa ia mengikuti agama itu.
Tetapi sebaliknya jika prinsipnya dan amalannya terang-terang menyalahi ajaran
agama, namun dia tetap menganggap bahawa fikirannyalah yang betul sedang ajaran
agarna itu salah, kemudian dia cuba pula mengolah ajaran agama supaya sesuai
dengan fikirannya dan tabiatnya; maka orang yang serupa ini kita tidak sahaja
menggelarnya bodoh kerana orang yang bodoh tidak mungkin melakukan penipuan dan
kepesongan yang seperti ini, bahkan kita akan memanggilnya pendusta dan
pembohong. Dan kita akan terpaksa menuduh bahawa dia tidak berani menhentam
agama dengan terus-terang lalu dia mendakwa beriman dengan secara munafik. Jika
tidak maka apakah gerangan yang menghalangnya berpindah terus dari agama yang
ajarannya bertentangan dengan akalnya dan berlawanan dengan fikirannya serta
menyekatnya dari mengikuti jalan yang disukai oleh hatinya dengan sepenuhnya, malah
jalan yang telah dilaluinya dengan sebenarnya.
Dan golongan yang ketiga adalah paling jelek sekali berbanding dengan golongan yang
lain di segi kewarasan akal. Adapun kesalahan dua golongan tadi ialah mereka
membebankan akal dengan sesuatu yang di luar kemampuannya, tetapi kesalahan
golongan ini mereka tidak mempergunakan akal langsung, atau menggunakannya
dengan penggunaan yang tidak dapat dibezakan antara ada dengan tidaknya.
Manakah keaiban yang lebih besar dari seorang berakal yang berpegang pada suatu
akidah yang tertentu tetapi tidak mempunyai sebarang dalil akan kebenaran akidah yang
dipegangnya itu kecuali hanya semata-mata ajaran itu dianuti oleh datuk neneknya atau
lantaran itulah yang dipegang oleh sesuatu bangsa yang sedang berada di puncak
ketinggian di zaman itu.
Sesungguhnya orang-orang yang memegang suatu jalan dalam hal-hal yang
berhubungan dengan keagamaan atau keduniaan yang diwarisinya dari datuk nenek
atau generasi yang terdahulu, ataupun ia memilih jalan lain berdasarkan bahawa jalan
itulah yang sedang dikagumi di kalangan bangsa-bangsa yang maju ketika itu, maka
orang yang seperti ini seolah-olah telah menonjolkan dirinya bahawa dalam kepalanya
tidak ada otak atau dalam otaknya tidak ada kekuatan untuk berfikir. Dia tidak punya
potensi untuk membezakan antara yang salah dengan yang betul.
Andainya dia secara kebetulan dilahirkan di rumah Yahudi maka dia akan percaya akan
kebenaran agama Yahudi. Kalau dia dilahirkan di rumah Islam maka dia percaya akan
kebenaran Islam. Atau dilahirkan dalam keluarga Kristian maka dia akan menjadi
penganut Kristian.
Begitulah dengan secara kebetulan juga, yang berkuasa di zamannya bangsa kulit putih
barat maka dia menganggap setiap tradisi barat itu lambang kemajuan dan neraca
kehebatan. Kalau yang berkuasa di zamannya orang Cina nescaya baginya tradisi
Cinalah yang menjadi lambang kemajuan. Dan kalau yang berkuasa hari ini orang
Negro di Afrika maka tidak syak lagi Negrolah yang menjadi lambang ketamadunan
manusia di sisi orang yang berfikiran cetek tadi.
Sebenarnya bukanlah suatu bukti yang boleh diterima bahawa sesuatu itu dikatakan
betul atau benar kerana ia telah diamalkan oleh datuk nenek atau generasi yang
terdahulu atau kerana ia diamalkan oleh dunia hari ini.
Andainya orang-orang bodoh yang dahulu dan sekarang melakukan sesuatu, kita tidak
seharusnya mengikuti orang orang itu dengan membuta-tuli. Tidak sepatutnya kita
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 5
menuruti setiap jejak orang lama atau moden tanpa dikaji dan difikirkan dahulu. Apakah
kita mahu menambatkan diri kita di setiap ekor binatang yang ditunggangi orang tanpa
mempersoalkan apakah ia berlari ke jalan yang penuh duri atau sedang menuju ke
jurang kesesatan?
Sesungguhnya kita telah diberi akal supaya kita dapat membezakan antara yang betul
dan yang palsu. Sebelum kita mengikuti seseorang hendaklah kita melihat terlebih
dahulu: Mahu ke manakah orang ini?
Islam telah menganggap ketiga-tiga jenis orang ini sebagai terjerumus dalam kebatilan
dan kesesatan.
Adapun golongan yang pertama mereka tidak memilih orang yang membawa cahaya
sebagai pemandu bagi mereka dan di tangan mereka sendiri juga tidak mempunyai
cahaya yang sebenar untuk menyuluh jalan hidup mereka. Mereka tidak ubahlah seperti
melontar benda yang tidak ada atau meraba di dalam gelap-gelita. Tidak boleh
melangkah ke mana-mana atau akan terjerumus ke jurang bahaya kerana mereka
hanya mengagak-agak sendiri tanpa suatu kepastian. Mereka menghadapi dua
kemungkinan; sama ada salah atau betul, tetapi lebih dekat kepada kesalahan.
(Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) selain Allah,
tidak mengikuti suatu keyakinan kecuali prasangka belaka. Dan mereka hanyalah
berdusta) Yunus: 66.
(Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka sedang sesungguhnya prasangka itu
tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran) An-Najm: 28.
(Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh
hawa nafsu mereka. Padahal sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari
Tuhan mereka. Atau apakah manusia akan dapat segala yang dicita-citakannya) An-
Najm: 23-24.
(Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah
mengunci mati pendengarannya dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberi petunjuk sesudah Allah?) Al-
Jaatsiyah: 23.
(Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan
tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk orang-orang yang zalim) Al-Qashash: 50.
Pendukung golongan kedua di zaman turunnya Al-Quran ialah Bani Israel yang
mendakwa menjadi pengikut Nabi Musa a.s. dan berpegang pada Taurat, tetapi
pegangan dan amalan mereka kebanyakannya berlawanan dengan pimpinan Musa a.s.
dan ajaran Taurat. Mereka tidak segan-segan dengan penyelewengan mereka itu.
Mereka bukan memperbetulkan fikiran dan amalan mereka. Mereka menyembunyikan
ajaran Taurat yang asal dan menggantikan di tempatnya fikiran mereka sendiri seolaholah
itulah pengajaran yang diturunkan. Orang-orang yang cuba memberikan kesedaran
kepada mereka dari berterusan dalam kesesatan dan maksiat dan mengajak mereka
kembali mengikut ajaran Allah yang berlawanan dengan hawa
nafsu mereka disambut dengan celaan dan cacian sehingga kadang-kadang ada yang
dibunuh.
Kepada mereka ini Allah berfirman:
(Mereka suka merobah perkataan Allah dari tempat-tempatnya dan mereka sengaja
melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya dan kamu
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 6
(Muhammad) sentiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara
mereka yang tidak berkhianat) Al-Maaidah: 13.
(Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang hak dengan yang batil dan
menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahuil) Al Imran:71.
(Setiap datang seorang Rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini
oleh hawa nafsu mereka, maka sebahagian dari Rasul-Rasul itu mereka dustakan dan
sebahagian yang lain mereka dibunuh) Al-Maaidah: 70.
Kemudian dengan terang-terang Allah berkata kepada mereka:
(Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu
menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu (Al-Quran) Al Maaidah: 68.
Dan tentang golongan yang ketiga pula Allah berfirman :
(Dan apabila dikatakan kepada mereka: "lkutilah apa yang telah diturunkan Allah!"
Mereka rnenjawab: "Tidak! Tetapi kami hanya mengikut apa yang telah kami dapati dari
perbuatan nenek rnoyang kami!" Apakah mereka akan mengikuti juga walaupun nenek
moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk) Al-
Baqarah: 170.
(Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikut kepada apa yang diturunkan
Allah dan kepada Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami
dapati bapa-bapa kami mengerjakannya." Apakah mereka akan mengikuti juga nenek
moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan
tidak pula rnendapat petunjuk?) Al-Maaidah: 104.
(Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini nescaya
mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
prasangka belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta) Al-An'aam: 116.
Golongan ketiga:
Sesungguhnya orang-orang yang tidak menggunakan akal dan fikiran mereka dan tidak
tahu membezakan dengan sendiri antara yang betul dan yang salah, malah mengikut
sahaja orang lain dengan buta tuli telah dihukum oleh Al-Quran dengan:
(Mereka tuli, bisu dan buta. Mereka tidaklah akan kembali ke ialan yang benar) Al-
Baqarah: 18.
Dan diumpamakan mereka seperti binatang, bahkan lebih jelek darinya, kerana binatang
tidak mempunyai akal, sedangkan mereka mempunyai akal tetapi tidak
mempergunakannya.
(Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah
orang-orang yang lalai) Al-A'raaf: 179.
Ketiga-tiga golongan yang melampau dan keterlaluan ini telah ditolak oleh Al-Ouran dan
menggantikannya dengan suatu umat yang sederhana dan stabil, umat pertengahan
yang menegakkan keadilan.
Apakah jalan pertengahan dan kestabilan ini? Inilah jalannya!
Pertama-tama tembusilah segala benteng kebudayaan lama dan aliran-aliran baru yang
terbentang di hadapan anda.
Bukalah mata anda dalam pancaran akal yang sejahtera dan waras dan pandanglah
dengan sendiri yang mana haq dan yang mana batil.
Apakah atheisma yang betul atau ketuhanan?
Apakah tauhid yang betul atau syirik?
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 7
Apakah untuk merentasi jalan lurus manusia berhajat kepada hidayat Allah Taala
atau tidak?
Apakah para Nabi dan Muhammad a.s. semuanya benar atau dusta - barang
dijauhkan Allah ?
Apakah jalan yang ditunjukkan oleh Al-Quran itu lurus atau bengkang-bengkok?
Andainya hati anda mengiktiraf bahawa:
fitrah manusia memerlukan keimanan kepada Tuhan dan,
Tuhan itu ialah Allah yang tiada sekutu bagi-Nya dan,
hati kecil anda mengakui bahawa manusia tidak dapat dinafikan lagi berhajat kepada
nur dari sisi Allah demi merentasi jalan yang lurus dalam hidupnya dan nur itu ialah apa
yang telah dibawakan oleh para Nabi dan Rasul a.s. yang merupakan petunjuk
kebenaran untuk manusia sepanjang zaman dan, sesungguhnya kehidupan murni yang
dihayati oleh Nabi Muhammad s.a.w. di dunia ini menunjukkan bahawa manusia yang
menjalani kehidupan yang penuh dengan kesucian yang maha tinggi itu tidak mungkin
sekali-kali menipu alam sejagat - jika ia telah mendakwa bahawasanya ia seorang Rasul
dari sisi Allah maka sudah pasti dakwaannya itu benar - dan,
jika anda membaca Al-Quran, akal anda memutuskan bahawa jalan yang lurus untuk
dijadikan pegangan dan amalan ialah yang dibentangkan oleh kitab ini dan,
kitab ini tidak diragukan lagi datangnya dari sisi Allah,
maka seharusnya anda jangan takut lagi kepada celaan orang yang mencela atau
keengkaran orang yang degil. Sebaliknya bersihkanlah hati anda dari segala ketakutan
akan kekurangan atau ketamakan akan keuntungan dan beriman serta yakinlah dengan
apa yang telah diakui oleh diri dan hati anda sendiri akan kebenarannya.
Dan apabila anda telah :
membezakan antara yang benar dengan yang palsu dengan akal yang waras yang
dianugerahkan oleh Allah kepada anda dan, anda telah memilih yang benar dari yang
palsu, maka telah selesailah tugas akal anda dalam mengkaji dan mengkritik. Lalu
berpindahlah kuasa pemerintahan dari akal manusia kepada Allah dan Rasul. Tidak
mungkin lagi bagi anda sesudah itu membuat keputusan dengan sendiri dalam seluruh
hidup anda. Sebaliknya anda wajib mematuhi setiap apa yang perintahkan oleh Allah
dan Rasul.
Memang anda tidak ditegah dari mempergunakan akal untuk memahami hukum-hukum
dan mengkaji hikmah hikmahnya untuk dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan,
tetapi anda tidak harus meragui dan mengungkit-ungkit apa yang disuruh oleh Allah,
sama ada:
1 anda memahami hikmatnya atau tidak,
2 sama ada ianya secocok dengan ukuran akal anda atau tidak,
3 sama ada diputuskan oleh Allah dan Rasul itu mendatangkan keuntungan untuk
dunia anda atau tidak dan,
4 sama ada perintah Rasul itu sesuai dengan adat dan cara hidup yang diminati oleh
orang ramai di dunia atau bertentangan dengannya;
MAKA tidak harus lagi bagi anda dalam semua keadaan itu kecuali tunduk dan patuh.
Kerana apabila anda beriman kepada Allah, percaya akan Rasul serta yakin
bahawasanya setiap apa yang diseru oleh Rasul itu adalah datangnya dari Allah, bukan
dari dirinya sendiri (Dan dia tidak berkata menurut kemahuan hawa nafsunya sendiri,
perkataan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.)An Najm: 3-4,
maka logiknya dari penyerahan dan keyakinan ini anda mengutamakan apa yang
diputuskan oleh Allah dan Rasul dari apa yang diputuskan oleh akal anda dan tidak
seharusnya anda mengkritik dan mengomen perintah-perintah dan laranganApa
Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 8
larangan yang dibawa oleh Nabi dari sisi Allah dengan mempergunakan keintelekan dan
percubaan ujikaji orang lain.
Sesungguhnya orang yang berkata: “Aku orang yang beriman”, kemudian selepas itu
ia meragui dan mengungkit-ungkit apa yang didatangkan dari Allah maka ertinya ia telah
menolak dakwaannya sendiri dan membatalkan apa yang telah diucapkannya. Ia tidak
mengetahui bahawa iman dan ragu adalah dua perkataan yang berlawanan yang tidak
mungkin dicantumkan.
Setiap peraturan dan disiplin itu dibina diatas asas taat dan patuh, sedangkan keraguan
dan ungkitan tidak mendatangkan sesuatu kecuali kekacauan dan kezaliman.
Maka jalan yang sederhana dan stabil inilah yang dinamakan sebagai 'ISLAM' dan
golongan yang mengikuti jalan inilah yang digelar 'MUSLIM'.
Sesungguhnya Islam bererti tunduk, patuh dan redha. Dan muslim ialah orang yang
patuh kepada perintah pemerintah dan larangan pelarang dengan kepatuhan yang
penuh redha. Maka penamaan ini dengan sendirinya menunjukkan bahawa tidak
dibangkitkan golongan yang keempat ini di dunia berasingan dari tiga golongan di atas
serta jalan-jalan mereka yang sesat, kecuali supaya mereka mengikuti perintah Allah
dan Rasul dan tunduk kepadanya. Sesungguhnya:
tidak harus bagi golongan ini mengikuti akalnya pada setiap urusan,
tidak harus baginya mempermainkan hukum Allah dengan mengambil apa yang sesuai
dengan nafsunya dan meninggalkan apa yang tidak sesuai,
tidak harus baginya melemparkan Kitab Allah dan Sunnah Rasul ke belakang dan
melencong mengikut manusia-manusia dengan buta tuli, sama ada manusia-manusia
yang masih hidup atau sudah mati.
Hakikat ini telah disebut oleh Al-Quran dengan jelas. la berkata bahawa apabila datang
perintah Allah kepada orang mukmin maka tiada lagi pilihan baginya.
(Dan tidaklah patut bagi lelaki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang
mukminah, apabila Allah dan Rasul telah manetapkan suatu ketetapan, maka ada lagi
bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa menderhakai
Allah dan Rasul-Nya rnaka dia telah sesat, sesat yang nyata) Al-Ahzab: 36.
Dan ia berkata bahawa seorang yang mengambil sebahagian dari Kitab Allah dan
meninggalkan sebahagian yang lain akan membawa kepada kehinaan di dunia dan
akhirat.
(Apakah karnu beriman kepada sebahagian Al-Kitab dan engkar terhadap sebahagian
yang lain? Tiadalah balasan orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan
kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka akan dikembalikan
kepada seksa yang sangat berat. Allah tidak lalai dari apa yang kamu perbuat) Al-
Baqarah: 85.
Dan Al-Quran berkata lagi bahawa hukuman orang mukmin pada sesuatu kes tertentu
wajiblah berpandu kepada Kitab Allah sekalipun sesuai dengan kehendak hawa
nafsunya ataupun bertentangan dengannya.
(Putuskanlah perkara mereka rnenurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu) Al-Maaidah:48.
la berkata juga sesiapa yang tidak menghukum menurut Kitab Allah maka ia adalah
fasik.
(Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah maka
rnereka itu adalah orang-orang yang fasik) Al-Maaidah: 47.
Apa Ertinya Anda Seorang Muslim__________________________________________________________
Sayyid Abu al-A’la Al-Maududi 9
Dan setiap hukuman yang berlawanan dengan Kitab Allah maka itu adalah hukuman
Jahiliah.
(Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki Dan hukum siapakah yang lebih balk
daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakinl) Al-Maaidah: 50.
Kamudian Al-Quran berkata:
(Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan orang-orang
yang memegang kekuasaan di antara kamu. Kemudian jika kamu barlainan pendapat
tentang sesuatu maka kembalikan lah ia kepada Allah (Quran) dan Rasul (Sunnah), jika
kamu benar-benar beriman kapada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama bagimu dan lebih baik akibatnya. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang
yang mengaku dirinya beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa
yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal
mereka telah diperintahkan mengengkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud
menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan
kapada mereka: "Marilah kamu tunduk kepada hukum yang Allah telah turunkan dan
kepada hukum Rasul," nescaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia
dengan sekuat-kuatnya dari mendekati kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila
mereka ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri,
kemudian meraka datang kepadamu sambil bersumpah: Demi Allah, kami sekali-kali
tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka,
kerana itu berpalinglah kamu daripada mereka dan berilah mareka pelajaran dan
katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.
Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dangan izin Allah.
Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiayai dirinya datang kepadamu lain
memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka,
tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Maka demi Tuhanmu. mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang
kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.) An Nisaa': 59-65.
Sesungguhnya telah nyatalah dari ayat-ayat yang jelas ini sudut penamaan Islam dan
Muslim. Dan kini wajiblah di atas kita yang nama-nama kita tercatat di dalam senarai
Muslimin/muslimah melihat dan berfikir sejauh manakah kalimah muslim ini telah
menepati diri kita dan sejauh manakah benarnya cara hidup yang kita ikuti sekarang
boleh dinamakan ISLAM !

Minggu, 14 Oktober 2012

AIRMATA RASULULLAH SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.

Memutuskan Silaturrahim

Nabi sebut : ” Tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegur sapa kepada saudaranya lebih dari tigas hari, maka jika telah berlalu tiga hari itu, hendaklah dia bertemu dengannya dan memberi salam kepadanya. Jika saudaranya menjawabsalamnya, maka kedua-duanya akan sama-sama memperoleh pahala. Jika dia tidak menjawab salamnya, nescaya dia akan menanggung dosanya sedangkan yang memberi salam itu sudah terlepas dari dosa tidak bertegur sapa itu” ( Riwayat Abu Daud , riwayat dari abu daud ini dhoif tetapi terdapat riwayat sohih dari al-bukhari )

Riwayat bukhari : ” tidak halal bagi seorang muslim tidak bertegur sapa (kerana gaduh) lebih dari tiga hari..yang lebih baik antara keduanya adalah yang memulakan salam” ( al-Bukhari)
Nabi juga sebut : ” Silaturahmi itu tergantung di arasy lalu berkata : “Sesiapa yang menyambungku (silaturahmi) maka Allah akan menyambungnya dan siapa yang memutuskan ku maka Allah akan memutuskannya” ( Al-Bukhari 4/112 )
Nabi juga sebut : Tidak masuk syurga sesiapa yang memutus silaturrahim ” ( al-Bukhari)

Al-Qaradawi menyebut bahawa tidak bertegur sapa dalam hadith di atas adalah hasil dari pertengkaran dan pergaduhan berkaitan dunia semata-mata, adapun jika bertengkar dan tidak bertegur sapa berkenaan urusan akhirat, maka hukum 3 hari sebagai maksimum adalah dikecualikan berdasarkan kpd beberapa peristiwa 3 org sahabat yg cicir di Tabuk di boikot lebih 40 hari, Nabi dan isteri baginda, dan beberapa org sahabat lagi. (rujuk al-Halal wal haram fil islam)
Ada juga hubungan renggang dan tidak bertegur sapa yang mungkin dibenarkan kerana ditakuti berlaku mudarat yang besar. Selain itu, ada juga yang renggang bukan kerana pengaruh pergaduhan tetapi kerana berpindah dan duduk berjauhan. Ini semua perlu dilihat satu demi satu bagi memberikan hukum yang sewajarnya.


Tidak Bertegur melebihi 3 hari.
Apakah hukum orang yang tidak bertegur selama 3 hari walaupun mereka hidup berjemaah bersama-sama?
Jawapannya: Nabi s.a.w bersabda maksudnya; “Siapa yang tidak bertegur sapa akan seseorang Muslim selama 3 hari, maka matinya masuk neraka.” (Muslim)
 
Penyusun : Lakone uye

KIAT SEHAT ALA RASULULLAH

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berja
maah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TBC
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"(HR Muslim)

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan

4. GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

5. TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah"diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
~ Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
~ Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
~ Segeralah berwudhu
~ Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

7. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
Rasulullah bersabda : "Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu'min yang lemah....." (HR Muslim).

Wassalam.... > Persaudaraan Guru Pendidikan Agama Islam .... *~ Galuh Rossie ~*

Memaafkan Lebih Membahagiakan Daripada Membenci

Disaat dalam kesendirian dan kesepian begitu berat beban hidup ini ketika kita disakiti atau didzalimi justru oleh orang yang kita sayangi atau orang lain, mengadu kepada Allah dengan tanpa disadari air mata itu mengalir membasahi pipi, tak kuasa untuk dibendungnya karena perih dihati, ‘Ya Allah, bagaimana caranya menyembuhkan luka hati ini?’ Ujian, cobaan tak kuasa untuk dipikulnya sendiri.
Suatu yang mustahil untuk mengubah apa yang sudah terjadi karena luka itu teramat perih. Marah,dendam dan kecewa campur aduk, ‘kamulah penyebab aku menderita begini!’
" Aku akan hancurkan kamu!’ jika kita telah tersakiti begitu hebatnya kemarahan, hati menjadi mudah terkotori dengan nafsu membalas dendam dan ingin kembali menyakiti perbuatan orang yang telah menyakiti hati.

Kebahagiaan atau penderitaan tidak perlu mencari siapa yang bersalah, atau yang menyebabkan hidup anda menderita. Anda harus mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati anda. Mohonlah ampunan kepada Allah untuknya. Sebenarnya anda termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah.

Jika anda disakiti berarti anda sedang teraniaya. Orang yang teraniaya adalah orang yang sedang diuji sekaligus diberikan kemudahan oleh Allah.
Allah memberikan dua pilihan membalas perbuatannya atau memaafkan.:
Jika anda tidak membalas tetapi bersabar & memaafkan orang yang telah menyakiti anda maka Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa anda dan Allah menganugerahkan kepada anda kehidupan yang lebih sehat, indah dan membahagiakan bagi anda.

‘Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.’
(QS. Asy-Syuura’ 39-43).
oleh Club Curhat Muslim Dan Muslimah - II pada 31 Januari 2012 pukul 20:28 ·
Penyusun : Lakone uye
 

Adab & Sebab Terkabulnya Do'a

Berikut beberapa adab & sebab terkabulnya doa:
- Bersuci (kalau memungkinkan)
- Menghadirkan hati & Ikhlas karena Allah semata
- Mengawali dgn pujian & sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dgn bacaan shalawat atas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
- Bersungguh sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan
- Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa dan tidak terburu buru
- Tidak boleh berdo'a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata
- Merendahkan suara ketika berdoa
- Mengakui dosa & nikmat sebelum memanjatkan do'a
- Mengulang-ngulang do'a mis. sampai 3x
- Menghadap kiblat
- Mengangkat kedua tangan (hampir) sejajar dg pundak ketika berdoa
- Makanan & minuman yg dikonsumsi serta pakaian yg dikenakan harus berasal dari usaha yg halal
- Menjauhi segala bentuk kemaksiatan
- Menegakkan amar ma'ruf nahi munkar
- dll

~ Waktu, Keadaan & Tempat Dikabulkannya Do'a
Diantaranya:
- Malam lailatul qadar
- Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir
- Waktu antara adzan & iqamah
- Pada saat setiap kali dikumandangkan adzan
- Pada saat turun hujan
- Pada saat jihad fii sabilillah
- Ketika bersujud dalam shalat
- Do'a di bulan Ramadhan
- Di tempat berkumpulnya kaum Muslimin di majelis majelis ilmu
- Do'a keburukan dari orang yang dizhalimi (dianiyaya) atas orang yang menzhalimi
- Ketika minum air zam zam disertai dengan niat yang tulus
- Ketika khotib naik mimbar pd hari Jum'at
- dll

~ Penghalang Terkabulnya Do'a
- Makan dan minum dari yang haram, mengkonsumsi barang haram berupa makanan, minuman, pakaian, dan hasil usaha yang haram
- Minta cepat terkabulnya do'a yang akhirnya meninggalkan do'a
- Melakukan maksiat dan apa yang diharamkan Allah
- Meninggalkan kewajiban yang telah Allah wajibkan
- Berdo'a yang isinya mengandung perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi
- Tidak bersungguh sungguh dalam berdoa
- Lalai & dikuasai hawa nafsu

"Dan Rabb Mu berfirman: 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu." (QS. Al Mu'mi : 60)

"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar." (QS. Al Mu'min: 55)

Juga biasakan untuk selalu berdo'a ketika: Mau & Bangun Tidur, Masuk & Keluar WC, Mau & Sesudah Makan, Masuk & Keluar Rumah dst...!
Semoga bermanfaatWassalam..... ( ~ GR ~ )
Penyusun : Lakone uye

Jumat, 12 Oktober 2012

Rahasia fisio terapi wudhu

Rukun shalat yang satu ini tentu tidak akan pernah kita lewatkan. Tentu tidak sah jika kita hendak mengerjakan shalat lima waktu tetapi menin
ggalkan yang satu ini…ya, apalagi kalau bukan wudhu.

Saya masih terkagum-kagum dengan perintah Allah SWT dengan pekerjaan remeh yang satu ini. Kenapa tidak?? Saya amat-amati bagaimana pola wudhu , lalu bagaimana tangan bersama dengan air menyentuh anggota-anggota tubuh. Kenapa wajah yang dibasuh? Kenapa mesti telinga?

Lama sekali direnungkan sampai tersibaklah sudah misteri yang menyelimuti wudhu. Setelah membaca ulasan ini saya yakin kita tidak akan menganggap enteng tentang apa arti perintah Wudhu…

Dengan sedikit googling …saya menemukan Rahasia Fisioterapi Wudhu! Banyak argumentasi yang semakin mendukung. Yuk kita buka satu-persatu misteri wudhu ini :

• Setiap perintah Allah SWT tentu memiliki hikmah kebaikan dibaliknya. Bayangkan bahwa wudhu adalah ritual pengkondisian seluruh aspek hidup, mulai dari psikologis & fisiologis.
• 5 panca indera…kok kena semua tanpa terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & seluruh kulit tubuh. Ini betul-betul luar biasa.
• Ahli syaraf/ neurologist pun telah membuktikan dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.
• Anda tentu pernah mendengar akupunktur kan? Coba cari tahu dimana saja letak titik-titik sensitif yang sering digunakan dalam ilmu akupunktur? Lalu kemudian amati pola wudhu. InsyaAllah anda akan segera menemukan benang merah diantara keduanya.

Coba bayangkan… Pada anggota badan yang terkena perlakuan wudhu terdapat ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wudhu. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). Titik-titik akupunktur, suatu fenomena yang menarik bila dikorelasikan dengan kayfiyat wudhu yang disyari’atkan 15 abad yang lalu.

Setelah dihitung-hitung…ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota wudhu!! Anggota Wudhu (rukun dan sunat) Jumlah Titik Akupunktur
• Wajah 84
• Tangan 95
• Kepala 64
• Telinga 125
• Kaki 125
• Jumlah 493

Subhanallah!! Bayangkan jika kita melakukan itu setiap hari paling sedikit 5 kali sehari.... Ternyata kita harus semakin teliti saat menjalani wudhu. Mengapa? Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak kaki & tangan..... apakah sela-sela jari sering kita abaikan? Ternyata ada fakta menarik yang tidak boleh luput :

Satu diantaranya adalah ketika melakukan takhlil, diantara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku. pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset fakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio energi (Chu) guna membangun homeostatis.

Lain lagi tentang telinga.... ternyata ada 30 hadist yang mendukung ini. Saya pernah coba sebuah produk akupunktur yang menggunakan tenaga listrik. Lucu juga, karena alat ini disimpan di daun telinga. Dan ketika dialiri listrik rasanya seperti telinga ditusuk-tusuk. Saya semakin paham bahwa daun telinga, selain sebagai aksesoris, ternyata terkandung banyak sekali titik reseptor syaraf.

Makanya, saat menyapu telinga itu jangan hanya membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga. Subhanallah…luar biasa ternyata kandungan rahasia wudhu…

Wassalam...( Galuh Rossie )
Posting : Dunia Pendidikan Millatul Islamiyyah
> Persaudaraan Guru Pendidikan Agama Islam

Kamis, 11 Oktober 2012

Obat Penawar Stress, Sedih, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Terbeban Utang, dan Ditindas Orang

Ada satu do’a yang diajarkan nabi, yang selalu beliau wiridkan dua kali sehari, di saat pagi dan sore. Do’a itu adalah sebagai berikut:
“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan waa’udzu bika minal ‘ajzi walkasali wa a’udzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzu bika min ghalabatiddain wa qahrirrijal.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari rundungan sedih dan duka, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir dan penakut, aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan penindasan orang“.

Secara redaksional do’a ini sangatlah pendek, namun kalau kita cermati do’a ini memiliki muatan yang sangat luas terlebih kalau dikaitkan dengan keseharian hidup. Bahkan rosul pun tidak pernah meninggalkan untuk mewiridkannya.

Mari kita cermati satu per satu redaksinya,...

#Redaksi 1. Ya alloh, Aku berlindung dari sifat stress, gundah gulana, pikiran dan hati berkecamuk, dan kesedihan.

Sesungguhnya Islam mengajarkan agar kita tidak stress dan gundah gulana baik hati dan pikiran. Sebaliknya, kita harus memiliki hati dan pikiran terbuka. Betapa tidak, situasi stress akan menghambat aktivitas lainnya. Bukan hanya malas dalam beribadah namun juga malas dalam bekerja.

Sebagian orang berpendapat, penawar stress adalah pergi hiburan malam, menonton bioskop, makan terus, atau minum alkohol. Namun, jalan yang ditawarkan islam bukanlah itu, penawar stress adalah rajin membaca al-Quran, memperbanyak dzikir kepada Alloh, menjaga sholat malam, berkumpul dengan orang sholeh, dan rajin berpuasa.

#Redaksi 2, Aku berlindung dari sifat lemah dan malas.

Saat seseorang telah terjangkit penyakit stress dan sedih, maka akan merembet kepada penyakit berikutnya yakni penyakit lemah dan malas. Lemah disini bisa bermakna lemah iman, lemah fisik maupun lemah ekonomi.

Secara alamiah, iman seseorang itu naik turun, kadang kuat dan kadang turun. Iman yang lemah akan mendorong seseorang melakukan maksiat. Lemah fisik sangatlah ditakuti rosul. Mana mungkin bisa beribadah secara teratur misal sholat malam dan membaca al-Quran, kalau kita terserang penyakit. Untuk itulah, kita disarankan meng-agenda-kan olahraga secara teratur. Rosul mencontohkan, sehabis shubuh ia berjogging sambil berdzikir.

Lemah harta pun dihindari dalam islam. Kenapa? karena banyak sekali syariat islam yang memerlukan modal harta / uang, misalnya sholat perlu baju, zakat perlu harta, dan bahkan ibadah haji pun perlu harta dan mental. Penyakit berikutnya adalah sifat malas. Maknanya bisa malas dalam bekerja, beribadah, silaturahmi, menuntut ilmu, dan aktivitas kebaikan lainnya.

# Redaksi 3, Aku Berlindung dari Sifat Pengecut dan Bakhil.

Implikasi penyakit berikutnya ialah sifat pengecut dan bakhil. Orang pengecut adalah orang yang tidak gentle, manis dimuka musam di belakang. Ia suka berbohong, berkhianat, dan melanggar janji. Orang bakhil sangatlah berat menolong dan mengeluarkan shodaqoh. Ia tidak mengetahui bahwa harta yang sesungguhnya dinikmati bukanlah yang dimiliki, namun apa yang diberikan kepada Alloh. Pahala shodaqoh 1 berbanding 700 serta akan menolak bala.

#Redaksi 4, Aku berlindung dari terlilit hutang dan pengaruh orang lain.

Dalam islam, berhutang diperbolehkan, asal jangan sering-sering, karena akan memberatkan di kemudian hari. Berhati-hatilah dengan utang, karena hutang satu jarum-pun akan diperhitungkan di akhirat kelak. Rosul pernah menunda sholat jenazah seorang sahabat karena sahabat itu masih punya hutang.

Terakhir, kita berlindung dari pengaruh orang lain yang membawa kepada jalan yang tidak lurus, baik dari keluarga, rekan kerja, atasan, lingkungan rumah, sekolah, kampus, dan lain sebagainya.

“Pengajian Subuh, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur Bogor, Narasumber Ust. Syamsul Bahri Al-Hafidz”

** Persaudaraan Guru Pendidikan Agama Islam
( Galuh Rossie )

Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, "Aku Mencium Bau Surga!"

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujug golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari naunganNya... di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah."

Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka. "Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau Surga!" Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau Surga."
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar... Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang firman Allah.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14] : 27)

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya. Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.

1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga para persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh rang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanalloh...sungguh indah kematian seperti ini. Kita mohon semoga Alloh menganugerahkan kita husnul khatimah.
Saudara-saudaraku tercinta... kisah belum selesai... saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau Surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."

Aku katakan, "Maha benar Alloh yang berfirman, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Alloh" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Fushshilat [41] : 30-32)

(Serial Kisah Teladan; Muhammad bin Shalih Al-Qahthani)
~* Persaudaraan Guru Pendidikan Agama Islam... ( Galuh Rossie )

Kamis, 14 Juni 2012

Sang Pembebas : Salahudin Al Alyyubi I

Siapa yang tak kenal dengan nama kota Jerussalem. Kota yang melahirkan banyak orang-orang militan dalam perjuangan Islam ini ternyata punya kisah panjang dalam sejarah. Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam pun ada di kota mulia ini, sebelum akhirnya berpindah ke tanah suci Makkah, menghadap Ka'bah. Dari kota ini pula Rasulullah memulai perjalanan Isra' Mi'r-ajnya ke Sidratul Muntaha. Dalam sejarah keagamaan, kota ini juga dianggap suci oleh tiga agama samawi. Bagi umat Islam sudah jelas mengapa kota ini dianggap suci, karena masjid Aqsa persinggahan Rasulullah ada di sana. Bagi umat Nasrani, kota ini juga dianggap bersejarah karena berdekatan dengan kota Bethlehem tempat lahir Nabi Isa. Sedang bagi kaum Yahudi, kota ini diper-caya sebagai tempat berdirinya istana Nabi Sulaiman zaman dahulu kala. Haikal Sulaiman, begitu mereka menyebutnya. Jauh sebelum Shalahuddin Al Ayyubi lahir, kota ini makmur dalam daulat pemerintahan Islam. Khalifah Umar bin Khattab berhasil merebut kota ini dengan damai dan hampir tanpa pertumpahan darah. Uskup Agung Sophronius pemegang tampuk kekuasaan Jerussalem kala itu, meminta Khalifah Umar mengambil alih kekuasaan. Berabad-abad lamanya Jerussalem menjadi kota dambaan. Tak ada hak yang dilanggar, dan tak satupun kewajiban ditinggalkan tanpa mendapat sangsi. Semua peraturan berjalan dengan adil, penduduk makmur dan sejahtera. Semua pemeluk agama bebas melakukan iba-dahnya masing-masing tanpa khawatir diganggu atau ditindas kaum mayoritas. Kaum Nasrani seluruh dunia bebas keluar masuk Jerussalem untuk melakukan ibadah agama mereka di Bethlehem, begitu juga orang-orang Yahudi. Pendeknya tak ada satu pun yang diganggu. Bahkan tak jarang orang-orang Nasrani dari Eropa datang dengan jumlah yang besar dalam iring-iringan panjang bersenjata lengkap bak pasukan perang. Bak kata pepatah, dikasih hati minta jantung, diberi kebeba-san mereka kian kurang ajar. Dengan rombongan besar, kaum nasrani kerap kali mencelakai penduduk dan orang-orang muslim yang kebe-tulan mereka temui di perjalanan. Tercatat pada tahun 1064, 7000 orang yang bergabung dalam rombongan untuk beribadah itu telah menyerang orang-orang Arab dan Turki. Lebih jauh dari itu, para pemimpin agama mereka malah mengobarkan semangat untuk membebas-kan Jerussalem dari pemerintatah Islam pada kemudian. Adalah Patriach Ermite, seorang pendeta yang getol sekali menyebarkan hasutan dan tak henti-hentinya memprovokasi orang Nasrani untuk membalas dendam serta merebut kembali kota Jerussa-lem. Dengan menunggang keledai dan memikul salib besar ia menje-lajah Eropa dan mengabarkan, bahwa di Jerussalem umat Nasrani telah dianiaya. Dengan pakaiannya yang compang-camping ia berk-hutbah dari gereja ke gereja, dari satu kota ke kota lainnya, bahwa kubur Nabi Isa telah diinjak-injak dan umat Kristen telah dihina oleh muslim Jerussalem. Kontan saja, mendengar kabar bohong yang demikian, semangat juang kaum Nasrani membela agamanya berkobar dengan segera. Tak peduli perampok, tak peduli pencuri semua mengangkat senjata untuk membela. Dana-dana dikumpulkan, senjata-senjata diasah tajam dan perang suci pun diumumkan. Lebih dari itu, Paus Urbanus II mengumumkan akan memberikan ampunan dosa bagi siapa saja yang ikut berperang. Siapa yang tak ingin ikut berperang jika jami-nannya terbebas dari dosa turunan yang selama ini mereka emban. 15 Agustus 1095 adalah hari yang ditentukan untuk memberang-katkan pasukan Salib ke Timur Tengah oleh Paus Urbanus II. Lagi-lagi pendeta Patriach Ermite menghasut rakyat, "Hari yang diten-tukan terlalu lama," katanya. Ia tak sabar untuk segera menghan-curkan Islam. Akhirnya dengan membawa 60.000 pasukan, Pendeta Ermite memimpin penyerbuan. Di tengah jalan, kaum tani dan orang awam datang bergabung, dan hampir semua tempat yang dilalui pasukan itu selalu menyumbangkan tenaga-tenaga mudanya untuk berperang suci. Sehingga jumlah pasukan yang menyerbu lebih awal sebanyak membengkak menjadi 200.000 orang. Sepanjang perjalanan mereka membuat huru-hara, pasukan dii-zinkan untuk merampok, memperkosa dan membunuh orang yang mereka temui, dimana saja. Meski demikian sepanjang jalan pasukan salib selalu dieluk-elukan. Tapi ketika mereka tiba di Hongaria dan Bulgari, sambutan yang mereka tak seperti biasanya. Penduduk bersikap biasa saja, bahkan acuh pada mereka. Hal ini ternyata membuat sebagian besar pasukan salib kecewa dan marah, lalu menyerang penduduk Hongaria, juga Bulgaria. Tapi penduduk setem-pat tak tinggal diam, mereka pun angkat senjata melakukan perla-wanan, peperanganpun tak terelakkan. Dari jumlah 200. 000 orang, hanya 70.000 saja yang tersisa untuk melanjutkan perjalannya menuju Timur Tengah, sedang yang lainnya menemui nasib binasa. Ekspedisi pasukan salib pertama yang dipimpin oleh sang pendeta yang tak tahu strategi kancah laga, akhirnya tumpas tak tersisa. Hal ini kian membuat pasukan salib yang belum berangkat kian membara dendamnya. Pasukan salib kedua pun tercipta, dengan dipimpin oleh anak-anak Raja Godfrey dari Perancis, mereka mengumpulkan pasukannya di Konstantinopel. Bak banjir bandang mereka datang menyerbu wilayah-wilayah yang berada dalam daulat pemerin-tahan Islam. Daerah-daerah Islam yang memang tak memiliki pasukan perang dalam jumlah besar, hampir dengan mudah mereka kalahkan. Setelah bertempur sekian lama dan menghadapi pejuang-pejuang Islam yang pantang menyerah, akhirnya pasukan salib berhasil juga merebut kota Jerussalem dengan banjir darah. Pertengahan bulan Juli tahun 1099 kota Jerussalem mutlak dikuasai pasukan salib yang membabi buta. Seperti kerasukan setan mereka membunuhi siapa saja yang beragama Islam. Tak peduli anak-anak, orang tua dan perempuan, asal Islam tak ada ampunan. Tak hanya itu mereka juga membantai kaum Yahudi dan Nasrani yang tak mau bergabung dengan pasukan salib. Mereka telah lupa daratan, berperang dengan biadab. Seorang sejarawan Perancis dalam sebuah karyanya menuliskan, "Orang-orang Kristen pada tahun 1099 saat penaklukkan kota Jerus-salem membantai orang-orang Islam di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Jerussalem tak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah." Bersambung...(her)

Misteri Injil Kuno Barnabas Mengguncang Dunia

Munculnya kitab kuno di Turki pada Februari 2012, yang diyakini sebagai Injil Barnabas, membuat perdebatan di dunia internasional makin panas. Namun, perdebatan masih berkutat soal klaim benar tidaknya kitab itu sebagai Injil Barnabas. Adu pendapat belum masuk ke ranah isi kitab yang memang belum diterjemahkan oleh pemerintah Turki. Kepala Direktorat Jenderal Museum dan Aset Budaya Turki, Zulkuf Yilmaz, mengakui memang ada satu kitab kuno yang masuk ke Museum Etnografi Turki pada Februari 2012. Kitab itu diberikan militer ke museum, setelah selama 12 tahun tersimpan di dalam lemari besi di kantor Pengadilan Tinggi Ankara. Zulkuf berjanji, direktoratnya akan segera menganalisis isi kitab itu. Rencananya, kitab setebal 40 lembar itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk diteliti lebih lanjut. “Di laboratorium itu akan dianalisa dan diterjemahkan isinya,” ungkap Zulkup kepada televisi Hurriyet. Injil Barnabas versi Turki ini ditulis di atas kulit hewan yang berwarna cokelat kehitaman. Penulisnya menggunakan tinta dari emas dan isinya dalam bahasa Aramaic, bahasa yang diperkirakan bahasa ibu Yesus Kristus. Umum kitab ini diduga mencapai 1.500 tahun. Ada tiga versi Injil Barnabas, yakni Injil Barnabas berbahasa Italia, Injil Barnabas berbahasa Spanyol, dan terakhir yang ditemukan di Turki. Manuskrip Injil Barnabas versi Spanyol hilang dari peredaran, namun sebagian teksnya muncul di transkrip pada abad ke-18. Munculnya Injil Barnabas di Turki yang ternyata berbahasa Aramaic menjadi penting karena bisa jadi inilah kitab yang lebih tua dari dua kitab sebelumnya. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay, juga percaya kalau kitab Bernabas asal Turki ini adalah versi asli Injil Barnabas. Dari dua versi itu terungkaplah versi lain soal Yesus Kristus dan munculnya Islam serta Nabi Muhammad SAW. Itu mengapa Injil Barnabas disebut ajarannya lebih pararel dengan Islam. Dalam analisisnya, majalah Y-Jesus asal Amerika Serikat, menyatakan isi teks secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Laporan itu juga menyatakan dalam teks, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus. Perdebatan soal isi dua kitab Barnabas sebelumnya pun kembali marak setelah Injil Barnabas Turki muncul. Phil Lawler, editor Catholic World News (CWN), menyatakan, kitab Barnabas Turki dapat saja diterima. Namun, karena manuskrip itu belum diterjemahkan, tidak ada yang tahu persis apa isi dari kitab itu. Phil mengatakan, satu media Iran, Basij, melaporkan penemuan Kitab Barnabas Turki ini. Oleh Basij disebutkan, Injil Barnabas Turki ditulis pada abad ke-5 atau ke-6 Masehi. Phil membantah keras pendapat ini. Argumen yang dia ajukan adalah, Barnabas hidup bersamaan dengan Yesus Kristus dan termasuk 12 muridnya. “Ini pasti ditulis oleh seseorang yang mengaku mewakili Barnabas,” kata Phil, seperti dikutip Daily Mail. Ramalan tentang datangnya Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam kitab Barnabas sebelumnyna juga ia sangkal. Sebab, menurut Phil, aspek penanggalan manuskrip itu sangatl penting. "Jadi apa yang Turki miliki sekarang adalah sebuah dokumen tua, tetapi kami meragukan kitab yang saat ini diperdebatkan,” kata Phil. Teolog Turki, Omer Faruk Harman, mengatakan, untuk mengungkap berapa usia kitab Barnabas Turki itu perlu diadakan riset mendalam. “Scan ilmiah dari kitab mungkin satu-satunya cara untuk mengungkapkan berapa usia sebenarnya,” ujarnya kepada Todays Zaman. Analis terorisme dan pengamat Iran dari Christian Broadcasting Network, Erick Stakelbeck, mengatakan kemunculan Injil Barnabas Turki adalah akal-akalan Iran. Menurut dia, pemberitaan Injil Barnabas oleh media Iran, Basij adalah bentuk propaganda rezim Iran terhadap umat Kristen. *Kontributor Republika di Ankara, Turki

مرحلة الشباب

مرحلة الشباب أهم مرحلة في حياة الإنسان، وأغلى ثروة عند الأمة. ومرحلة الشباب هي مرحلة العطاء والعمل. والإنسان الذي لا يعطي في شبابه، قلما يعطي في بقية عمره. وكان كثير من أصحاب الرسول - صلى الله عليه وسلم - من الشباب، وقد ولاهم مسؤوليات كبيرة؛ حيث ولى كثيرا منهم قيادة الجيش، وفيه شيوخ المهاجرين والأنصار؛ فقد ولى زيد بن حارثة، وجعفر بن أبي طالب، وعبد الله بن أبي رواحة، قيادة الجيش في غزوة مؤتة، كما ولى أسامة بن زيد قيادة الجيش الإسلامي، لغزو الروم، وعمره ثماني عشرة سنة، وأرسل معاذ بن جبل قاضيا إلى اليمن، وهو في مرحلة الشباب. تحتاج الأمة إلى الشاب القوي الجاد، الذي يعطي أكثر مما يأخذ، ولا تحتاج إلى الشاب الكسلان، الذي يهتم بطعامه ومظهره فقط، ولا يحب العمل والعطاء. وكما تحتاج الأمة إلى قوة الشباب، تحتاج إلى خبرة الشيوخ، حتى تتقدم البلاد. وتخطئ الأمة إذا اعتمدت على قوة الشباب وحدهم، وأهملت خبرات الشيوخ. وهذا يعني أن تكون هناك علاقة طيبة بين جميع أفراد المجتمع، كبارا وصغارا، رجالا ونساء، حتى تصل الأمة إلى ما تريد. دول الشمال ودول الجنوب أصبح العالم – اليوم – قرية صغيرة، بسبب وسائل النقل الحديثة، ووسائل الاتصال الحديثة. كيف يعيش سكان هذه القرية الصغيرة؟ إنني أدعوك يا صاحبي لزيارة هذه القرية الصغيرة. هيا نتجول فيها، وننظر كيف يعيش سكانها. سأصحبك معي في طائرتي. إنني أملك طائرة سريعة، أسرع من الصوت. تفضل يا صاحبي، اركب الطائرة، وهيا بنا ننطلق. نحن نطير الآن فوق دول الشمال. انظر إلى هذه الدول، إنها دول غنية، نملك القوة والعلم والمال. انظر إلى الناس، إنهم أغنياء في هذه الدول، يلبسون أجمل الثياب، وهم أصحاء، ويعيشون في بيوت جميلة. ما أكثر المدارس والجامعات والمستشفيات والمصانع والمزارع هنا! إنهم يعيشون في أمن ورخاء. هيا نزور الجانب الآخر من العالم. هذه دول الجنوب. إنها دول فقيرة، لا تملك القوة ولا العلم ولا المال. انظر إلى هؤلاء الناس، إنهم فقراء يلبسون ثيابًا بسيطة، ويعيشون في بيوت صغيرة، ومعظمهم مرضى. ما أقل المدارس والجامعات والمستشفيات والمصانع والمزارع هنا! لماذا يتقاتل الناس في هذه البلاد؟ ولماذا ينتشر الفقر والمرض والجهل هنا؟ يا لها من حياة! هل رأيت يا صاحبي هذه القرية الصغيرة؟! يعيش نصف سكانها في رخاء، ويعيش النصف الآخر في فقر وحرب. لماذا لا يعيش جميع سكان القرية في رخاء وأمن؟ هل سيحدث ذلك في يوم من الأيام؟! الله أعلم. الدين يدعو للنظافة النظافة ضرورية في كل شيء، وقد حث الدين على نظافة أجسامنا، ونظافة المسكن الذي نأوي إليه، ونظافة المسجد الذي نصلي فيه، ونظافة المكان الذي نعمل فيه، ونظافة الملابس التي نرتديها. وقد جعل الله النظافة والطهارة شرطا لا تتم بعض العبادات إلا به؛ فالصلاة لا تقبل إلا بالطهارة. قال الله تعالى: (يا أيها الذين آمنوا إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين وإن كنتم جنبا فالطهروا). ومن شروط الصلاة أيضا، طهارة المكان الذي نصلي فيه، وطهارة الملابس التي نرتديها. ولا يمس المصحف إلا بطهارة. قال الله تعالى: (إنه لقرآن كريم. في كتاب مكنون. لا يمسه إلا المطهرون). كان الرسول - صلى الله عليه وسلم - يحرص على أن يكون المسلم نظيفا في ملابسه، وجسده، وكان يحث على السواك؛ لأنه مطهرة للفم. يقول صلى الله عليه وسلم: (السواك مطهرة للفم، مرضاة للرب). ويقول: (لو لا أن أشق على أمتي - أو على الناس - لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة). وفي حث الرسول - صلى الله عليه وسلم - على السواك دعوة للنظافة، سواء بالسواك - وهو من شجرة الأراك غالبا أو من غيرها - أو غير، فكل ما يقوم مقام السواك مفيد، كالستعمال المعاجين الطبية، في تنظيف الفم والأسنان. وقد أثبت الطب الحديث، أن في السواك مادة مطهرة تحافظ على الأسنان وجمالها. عن جابر بن عبد الله - رضي الله عنه - قال: "أتانا رسول الله صلى عليه وسلم، فرأى رجلا شعثا، قد تفرق شعره، فقال: (أما كان يجد هذا ما يسكن شعره؟) ورأى رجلا آخر، وعليه ثياب وسخة، فقال: (أما كان هذا يجد ماء يغسل به ثوبه؟). وجاء الإسلام بسنن الفطرة، وفيها إزالة زوائد الجسم التي قد تجمع الأوساخ. قال الرسول - صلى الله عليه وسلم - : (خمس من الفطرة: الاستحداد، والختان، وقص الشارب، ونتف الإبط، وتقليم الأظافر) وبالاتزام بهذه السنن، يتخلص الإنسان من الأوساخ التي تجمعها غالبا هذه الأجزاء من الجسم، وفيها وقاية من بعض الأمراض التي تسببها هذه الأوساخ، وإزالة لمسببات الروائح الكريهة. والأسلام يدعو الناس إلى أن يحافظوا على نظافة الأماكن التي يعيشون فيها كالبيوت، وأماكن السكن، والمساجد، وأماكن العمل، والطرفات. فليس من الصحة، ولا من الذوق والأدب أن ترمى القمامة، وفضلات الطعام في الطريق، أو قريبا من المنازل؛ لأن في ذلك أذى للناس، وتلويثا للمكان الذي يعيشون فيه. وقد دعا الرسول - صلى الله عليه وسلم - إلى إزالة ما يؤذي الناس من الطريق. قال - صلى الله عليه وسلم - : (الإيمان بضع وسبعون ضعبة، فأفضلها قول لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من الإيمان). وليس من أدب الإسلام أن يقضي الشخص حاجته في الطريق، أو في الظل الذي يجلس فيه الناس، أو في الأماكن العامة نظافة البيئة النظافة نوعان؛ نظافة خاصة، ونظافة عامة. فالنظافة الخاصة نظافة جسم الإنسان وثوبه وطعامه وبيئته. أما النظافة العامة، فنظافة الأماكن العامة، كالشوارع والحدائق. وتقع مسؤولية النظافة الخاصة على الأفراد. أما مسؤولية النظافة العامة، فتقع على الأفراد والحكومات. يقاس تقدم الدول - اليوم - بالنظافة، فإذا كانت الدولة وسكانها يهتمون بالنظافة، فهي دولة متحضرة، وإذا كانت الدولة وسكانها لا يهتمون بالنظافة، فهي دولة متخلفة. وهناك دول مشهورة في العالم بالنظافة، وهي قليلة مثل ماليزيا وسنغافورة. وهناك دول أخرى مشهورة بالقذارة، وهي كثيرة. تنفق بعض الدول أموالا كثيرة على النظافة، ونشاهد - الآن - في كل مدينة عمال النظافة، يجوبون الشوارع، يحملون حاويات النظافة، ويضعونها في سارات خاصة، تحملها خارج المدينة؛ لتحرق. ويشارك المواطن الدولة الاهتمام بالنظافة، حيث يضع النفايات الخاصة ببيته، والتي يجدها في الشوارع والحدائق في الحاويات، وهذا ما دعا إليه الرسول - صلى الله عليه وسلم - في قوله: (إماطة الأذى عن الطريق صدقة). من مشكلات الشباب يواجه الشباب مشكلات كثيرة في هذا العصر، ومن ذلك مشكلة الغزو الثقافي، الذي يأتي في صور كثيرة، مثل: محاربة اللغة والثقافة، وفرض لغات وثقافات أجنبية محلها، كالدعوة التي نادت بترك اللغة العربية، واستعمال اللهجات المحلية، لتمزيق الأمة، وفصلها عن تراثها، أو كالدعوة إلى تدريس العلوم في الجامعات العربية باللغات الأجنبية. وقد تأثر بعض الشباب بهذه الدعوات، فأخذ يقلد أصحاب اللغات والثقافات الأجنبية في كلامهم، وسلوكهم. يشعر الشباب - أحيانا - بالتناقض بين ما تعلمه في بيته ومدرسته ومجتمعه من أخلاق، وبين ما يبث في وسائل الإعلام من أخلاق تخالف أخلاق مجتمعه ودينه. وكثيرا ما تنجح تلك الوسائل في التأثير في بعض الشباب، ولعل هذا سبب انتشار المخدرات والجريمة بصورها المختلفة في بعض المجتمعات. يشكو الشباب من أن المجتمع، لا يهتم بهم كثيرا، ويقولون إن فرص التعليم العالي أصبحت قليلة، وإن الشاب بعد أن يتخرج في الجامعة، لا يجد العمل الناسب، ويرى أن الزواج يكلف كثيرا من المال. ولا شك أن الشباب على حق في كثير مما يقولون. وعلى المجتمع أن يعمل على حل مشكلات الشباب؛ حتى يشاركوا في عملية البناء.